Tampilkan postingan dengan label NO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NO. Tampilkan semua postingan

7 Cara Mengecilkan Perut - Tips Mengecilkan Perut Buncit

Bagaimana cara mengecilkan perut yang buncit? Apakah ada tips mengecilkan perut secara alami? Memiliki perut gendut memang bukan hal yang patut dibanggakan. Selain tak sedap dipandang, kondisi ini juga bisa merusak penampilan. Timbunan lemak yang berlebihan di bagian perut nyatanya bisa menghambat fungsi hati sebagai penyaring racun dalam darah.

Dengan kondisi ini membuat sistem sirkulasi tubuh tidak berjalan normal dan menjadi pemicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, seperti kadar kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Sebagian besar perut menggelembung alias buncit disebabkan oleh faktor dasar yaitu diet dan gaya hidup. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan perut buncit baik pada pria maupun wanita, cekidot :

1. Minum air
Jika kepenuhan perut disebabkan oleh penyimpanan air, Anda sebenarnya dapat mengurangi masalah tersebut dengan minum air lebih banyak. Hal ini akan mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh sehingga meningkatkan jumlah air yang keluar dari sistem. Minum lebih banyak air juga menjamin fungsi empedu efektif untuk mengeluarkan produk sampah. Jangan merubah konsumsi air saat diet karena banyak bahan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut menggelembung.

2. Makan perlahan-lahan
Hindari makan cepat, karena ketika Anda menelan terlalu cepat, setidaknya udara tertahan dalam usus dan membentuk gas yang dapat memicu penggelembungan perut. Selalu duduk saat makan dan kunyah makan secara perlahan-lahan. Makanan yang tidak terkunyah menjadi bagian-bagian kecil tidak dapat dicerna dengan sempurna yang kemudian menghasilkan banyak gas yang menimbulkan penggelembungan.

3. Mengurangi konsumsi garam
Terlalu banyak garam dalam diet menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

4. Konsumsi serat yang tepat
Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti apel dan pear yang memiliki banyak kandungan air.

5. Awasi pengobatan
Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.

6. Hindari sembelit
Sembelit didefinisikan sebagai memiliki lebih sedikit dari tiga kali buang air besar dalam seminggu atau jika terlibat ketegangan. Sebagai akibat perut terasa menambah besar. Untuk merangsang isi perut, tingkatkan konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, lakukan secara gradual untuk menghindari fermentasi dan produksi gas yang berlebihan.

7. Olahraga
Olahraga memang salah satu cara yang wajib ditempuh untuk menghilangkan si perut buncit. Olahraga akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dilkeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke empedu untuk dikeluarkan sebagai urine. Olahraga yang disarankan antara lain aerobik.

Itulah beberapa tips mengatasi perut buncit yang bisa anda lakukan, sekalian baca juga cara mengatasi ejakulasi dini secara alami. Selamat mencoba dan semoga berhasil mengecilkan perut Anda! [@ dikutip dari berbagai sumber]

SOURCE : http://www.infoceria.com/2010/09/7-cara-mengecilkan-perut-tips.html

02122010

eh gua baru nyadar nih pas nulis ini judul, kog tanggalnya bagus juga ya 02122010 haha kayak nomor togel (?)
wissh, ini hari seneng bangeeeet :)
How about my exam? GOOD! GREAT! ahaha gaperlu buka soalnya udah keisi semua itu ljk gua *pembualaaaaaaaaann sumpah!
HA-HA tapi masih ada yang lebih parah parah sama sekali ga nyentuh soalnya. kalo gua sih ya masih buka buka lah buat liat liat (?)

dan tadi tiba2 penyakit akut gua datang (baca: Migren wkwk), untung saja gua punya tukang pijit profesional, yaitu @rinijita taraaaaaaaaaaaa, prok prok prok (jelaskah!)
THANK YOU SO MUCH my tukang urut! :) haha walaupun sakit deh rasa pijatanmu itu, sampe aku teriak teriak kayak orgil dan sempet keluar air mata. hahaha tapi tetep kamu dokter yg sembuhin migrenku. haha tengs juga ya buat manopo yang udah mau jadi tempat buat kepala gua nyender dan tidur. hahaha empuk banjet

well, habis selesai bimbel, ada perang gitu di kelas. wkwkwk, anak sebelah ngelabarak anak kelasku. bih bisaaanyaaaaaa 1 keluarga labrak labrakan. hahha. dan menurut gua itu cuman masalah sepele sih kayaknya, gara gara status (MAYBE). sampe anaknya ini didorong terus jatoh kena mading kelas gua, kakinya kena pot phon keburukan *please penting gasih promoin ini? ahahhaha. dan terus berdarah, sampe sampe si botak mahdi marah marah ahahaha gara gara ngerasa keganggu piketnya, marahnya lucu lagi, gua malah ngakak denger n liat dia tadi. salah satu ucapannya "Keluar kalian semua! kalian itu kayak BABIII!" ishhhh wkwk makan tuh babi, ahahahaha. taoi marahnya tu mukanya flat, apa gak ngakak mati gua. hihihi maaf ya mahdi gua terlalu #FRONTAL. peace bro! damai ya. jangan marahin gua kalo kamu baca postingan ini. hehe.
abis tuh fika pergi ngilang, dan permasalahan selesai GA TAU KENAPA. hehehe

pas itu ada yang ga sengaja kepegang tangannya grgr kubantuin hampir jatoh dr meja guru -___- melting meltingg :/
habis itu pulang, nunggu dia mau jemput katanya. tapi pada akhirnya gajadi. yah sukur lah jadinya gua tiduran di warungnya bulek ama dwina kayak orgil sampe jam 3. hhaha tapi ga nyesel sih, pas itu gua liat kak ***** looohhhhh.. haha kakak kelas super star. wih org yg aku fansin dr dulu wawaaaa

dan sampe rumah ya langsung buka laptop terus online. kayak kebiasaan gua sehari hari dah.
bye -___- wkwkwk
pada intinya gua cerita apa ini? jelaskah? O. jelas banget ya! wkwk

contoh cerpen

Lelaki yang Mengkhianati Ibu

Cerpen Susialine Adelia

Seperti biasa, Ibu sudah berdandan cantik ketika menemani dan meladeni kami sarapan. Sambil berangkat ke kantor (Ibu pegawai negeri di Taman Budaya) dia akan mengantar kami semua ke sekolah. Sementara Ayah meneruskan mimpinya karena menjelang pagi baru pulang. Apalagi mendekati pentas (Ayah aktor sebuah grup teater ternama di kotaku dan biasanya ia menjadi pemain utama). Tetapi meski malam tak ada latihan, Ayah tak pernah bangun pagi. Begitu setiap hari. Jadi kami tak pernah bertanya kenapa Ayah tidak ikut sarapan, atau merasa kehilangan.

Belum selesai sarapan Ayah muncul dari ruang depan. Seperti biasa wajahnya nampak kuyu, lelah dan ngantuk. Baru aku tahu bahwa ternyata Ayah baru pulang.
"Halo semuanya," Ayah menyapa tanpa mendekati dan mengecup kening kami.

"Nggak sarapan sekalian?" Ibu bertanya.
"Nggak, nanti saja," dan Ayah pun berlalu masuk ke kamarnya.
Kulihat Ibu menghela napas sambil memandang Ayah yang berlalu. Sesaat aku berhenti menyuap, memperhatikan Ibu.

"Kenapa? Selesaikan sarapannya," merasa kuperhatikan, Ibu menegurku.
Aku menggeleng dan cepat-cepat menyuapkan nasi ke mulutku.
***
Tiga hari Ayah tak pulang. Kutanya pada Ibu, katanya Ayah sibuk. Hari pementasasan sudah sangat dekat. Tetapi bukankah dia pentas di dalam kota? Kenapa sampai tak sempat pulang? Ada istri dan anak-anaknya di rumah yang menunggu. Perjalanan pulang banyak memakan waktu sementara Ayah butuh cukup istirahat. Ibu coba menghiburku.
Sorenya Ayah pulang dengan wajah berbinar dan segar.

"Apa kabar sayangku?" sapanya sambil mengecup keningku.
"Kok nggak pulang-pulang, Yah?" aku bertanya.

"Ayah kerja keras, jadi harus hemat tenaga," jawabnya sambil merangkul pundakku. Lalu kusandarkan kepalaku di pinggangnya. "Nanti malam ikut ya, udah mulai run through."

"Tapi jangan ajari dia pulang pagi, ya," kata Ibu sambil menyiapkan kopi untuk Ayah.
"Oh jelas, kita akan pulang siang," jawab Ayah, melirikku sambil tersenyum. Kami bertiga pun tertawa.

Menjelang senja kami berangkat.
"Berapa lama kita nggak jalan-jalan berdua?" Ayah bertanya setengah pada dirinya sendiri.

"Hampir satu semester, Yah. Ayah sih sibuk teruusss," aku berlagak merajuk.
Ayah mengacak rambutku sambil tertawa, "Memang kamu nggak? Rapat ini, pelatihan itu, hmm?"

Kami berdua tertawa.
"Eh, Ayah kok tambah genit sih sekarang?" tiba-tiba aku berkomentar.

"Apa?" tanya Ayah.
"Tiap keluar rapi dan wangi terus gitu," tambahku.

"Lho, memang nggak bangga punya Ayah ganteng dan wangi?"
Kami tiba di tempat pertunjukan saat para kru masih membereskan panggung, sementara beberapa pemain memainkan adegan mereka di sela-sela kru yang sedang merampungkan pekerjaannya.

Ayah meninggalkanku di deretan depan kursi penonton. Dia datangi seorang perempuan yang sedang memberi instruksi pada peñata lampu. Mereka berbicara sebentar. Lalu Ayah berjalan ke arahku diikuti perempuan itu.

"Sayang, kenalkan ini sutradara Ayah."
Perempuan itu mengulurkan tangan sambil menyebutkan namanya, "Tati."

"Citta," kataku menyambut uluran tangannya.
Tante Tati meraih sebuah kursi dan meletakkannya di depanku. Kami ngobrol berdua sementara Ayah meninggalkan kami menyiapkan pementasannya. Tak lama, Tante Tati meninggalkanku, kembali pada pekerjaannya.

Aku tetap duduk di kursiku, mengamati kesibukan orang-orang itu. Sebagian besar di antara mereka sudah kukenal. Maka kulambaikan tangan ketika kebetulan mereka menoleh ke arahku.
***
Berhari-hari Ayah tak pulang lagi. Padahal pementasan sudah selesai.
"Mungkin masih menyelesaikan sisa pekerjaan kemarin," jawab Ibu sambil mengusap keringat adik bungsuku. Sekalipun jawaban Ibu tak masuk akal, aku tak membantahnya.

"Ibu bertengkar sama Ayah?" aku memberanikan diri bertanya.
Tersenyum sambil menggelengkan kepala. Hanya itu jawaban Ibu. Melihatku yang tak juga beranjak dari ranjangnya, Ibu pun bangkit setelah memastikan si bungsu terlelap.

"Sudah selesai belajar?"
Pertanyaan yang lucu. "Kok kayak nanyain Tres yang masih SD aja."

Tampak Ibu agak gugup, tetapi segera ditutupnya kegugupan itu. "Memang kalau udah kuliah nggak perlu belajar?"
Berdua diam.

"Kenapa?" Ibu bertanya.
"Citta yang mestinya tanya, Ayah dan Ibu kenapa," jawabku.
Kudengar desah napas Ibu. Panjang. Diraihnya tanganku dan diletakkan di pangkuannya. "Dua bulan lagi kamu ulang tahun kan. Umurmu akan genap dua puluh dua," berhenti sejenak, menatapku. "Berarti kamu sudah dewasa, sudah tidak harus dibimbing Ayah dan Ibu lagi. Bahkan sudah bisa membantu kami membimbing dua adikmu."

"Maksud Ibu?" aku mengerutkan dahi.
"Tentunya kamu tidak akan terlalu terganggu jika Ayah dan Ibu tidak bersama lagi," kata Ibu lirih tanpa melihatku. Suaranya bergetar.

"Ibu dan Ayah mau pisah?" Pertanyaan yang kuharap tidak diiyakan oleh Ibu. Tetapi keliru. Ibu mengangguk dengan berat. Berat sekali. Seketika kepalaku terasa pening.
"Ibu mau bercerai?" ulangku sekali lagi.
***
Enam tahun berikutnya. Seorang laki-laki duduk di depanku. Tertunduk layu.
"Aku yang mengajarimu berpikir dan bersikap. Tapi sekarang tak kutemukan apa yang kuajarkan dulu," katanya pelan sambil menerawang ke luar jendela.

"Sama. Aku juga tidak menemukan hal yang membuatku kagum dulu," jawabku, juga dengan perlahan.
"Kau tak pernah memaafkan aku," katanya lagi.
"Maafku tak akan menghapus luka kami," jawabku sambil menangkupkan kedua tangan ke mukaku.

Kepalaku tiba-tiba terasa berat begitu teringat masa itu. Teringat Ibu. Sekuat tenaga dia berusaha tabah menghadapi perpisahannya dengan Ayah. Tetapi tak sesederhana itu. Pasca perceraian, Ibu seorang diri harus menanggung hutang Ayah atas namanya. Hutang untuk proses kesenian yang kemudian justru mempertemukan Ayah dengan Tati. Ironis sekali. Ibu pun menjual rumah yang kami tempati, mengajukan pensiun dini lalu membawa kami hijrah ke kota kecil ini. Terlalu banyak luka di kota besar dulu.

Sejak itu hampir tak pernah kudengar berita tentang Ayah. Kota kecil ini terlalu damai untuk mengenangkan cerita lama. Lagi pula kami harus berjuang keras merintis kehidupan di sini dan memikirkan Ibu yang ternyata mengidap kanker payudara.

"Tidakkah penyesalan dan rasa berdosa cukup untuk menebus kesalahanku?" laki-laki itu bertanya lagi.
"Tetap saja kehidupan kami tak kembali," terasa mataku mulai basah.

"Maaf," seorang perempuan muda masuk, mengulurkan secarik kertas dengan tangannya yang tak sempurna dan segera keluar lagi.
"Pulanglah," kataku setelah membaca pesan yang tertera, "Aku ditunggu rapat. Ibu tak akan menemuimu."

Laki-laki itu memandangku. Kecewa, sedih, geram, dan entah apa lagi tampak di matanya. Tapi aku tak begitu peduli. Dia mengangguk lalu bangkit. "Aku masih berharap menjadi walimu di pernikahan nanti," katanya.

"Entahlah. Membayangkan pun aku tak berani."
Dengan lunglai, dia berjalan ke pintu. Sebelum dia menarik pegangangnya, aku memanggil.

"Yah..."
Laki-laki itu menoleh. Tersenyum. Aku hendak mengatakan sesuatu padanya, tetapi tak mampu. Maka hanya anggukan yang kuberikan untuk mengantarnya pergi.

Dalam hati aku berjanji, nanti malam akan kutulis surat untuk laki-laki itu. Isinya: Aku berterima kasih telah dibimbingnya menjadi pribadi yang percaya diri, sehingga menemukan jalan untuk berani mengajak orang lain menempatkan diri sejajar dengan kami dan bukan justru mengasihani. Satu hal yang tak pernah diajarkannya adalah menerima kehilangan. Baru belakangan almarhumah Ibu mengajarkannya padaku. Aku bangkit. Meraih kruk yang kusandarkan di samping kursi. Tentunya teman-teman terlalu lama menanti. ***


SOURCE : http://kumpulan-cerpen.blogspot.com/

lihat cerpen lainnya juga :) itu hanya 1 dari ratusan cerpen lainnya .


kenapa gua hari ini ngepost gini an ? hm , gua pikir pikir ini blog bakal jadi berguna buat para adek kelas gua yang sbi nantinya . karena mulai sekarang gua bakal ngepost ngepost tentang pelajarang di sekolah gua juga . kalo guru gua nyuruh nyari di internet , gua bakal coba ngeporting di sini juga . agar adek kelas gua yang bawel bawel itu bakal lebih mudah dapet apa yang mereka cari . kan pastinya tuh , pas mereka kelas 9 nanti , bakal dapet pelajaran yang udah gua lewatin sebelumnya . haha . kali ini gua dapet pelajaran bahasa indonesia yaitu penceritaan kembali sebuah cerpen .

ini penceritaan kembali dari cerita tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga :


Suatu pagi , ibu dan citta sedang sarapan . Tiba tiba Ayah Citta datang dengan wajah kusut . Ayah Citta adalah seorang Aktor teater terkenal dari salah satu grup teater ternama di kota tersebut . Suatu saat , Ayah Citta mengajak Citta untuk menonton latihan pementasan tersebut . Saat di gedung tersebut , Ayah Citta meninggalkan Citta di deretan bangku pentonton dan tiba tiba seorang perempuan menghampirinya . Ia adalah Tati , sutradara dari ayah Citta . Mereka pun mengobrol . Setelah selesai pentas , ayah Citta pun tak kunjung pulang ke rumah . Hingga suatu hari , Citta memberanikan dirinya untu bertanya kepada ibunya , bahwa apakah ayah dan ibunya sedang bertengkar ? Awalnya ibu Citta memang tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut , namun akhirnya ibu Citta menjawab bahwa Citta bisa hidup sendiri bila ayah dan ibunys sudah tidak bersama lagi .

Enam tahun kemudian , seorang laki - laki mendatanginya di kantornya . Laki - laki itu meminta maaf kepada Citta , namun citta tetap tidak ingin memaafkannya . Karena terlalu banyak luka yang ia rasakan selama ini . Ayahnya dulu meninggalkan hutang pentas seni yang justru mempertemukannya dengan Tati . Kemudian , ibu Citta terpaksa menjual rumah yang mereka tempati untuk membayar hutang - hutang ayah Citta dan pindah ke sebuah kota kecil . Dengan wajah sedih dan kecewa , laki laki itu meninggalkan Citta . Namun ,sebelum sampai di pintu keluar , Citta memanggil laaki - laki itu dengan sebutaan Yahh.... dan laki - laki itu tersenyum pada Citta . Citta hanya menganggukan kepalanya untuk menghantar laki - laki itu pergi . Dan Citta berjanji bahwa malam ini ia akan menulis surat untuk laki - laki itu :)

ini bener bener dari dalam hati

kemarin, hari ini, dan mungkin besok akan selalu saja seperti ini. semuanya tampak sama, ga ada yang berbeda. ga ada special2nya sama sekali!

mungkin beberapa hari yang lalu, emang jadi hari bahagia gua karena bisa jadi pemilik hatinya. tapiii hal itu ga menutup kemungkinan kesedihan, kemarahan, dendam, iri, dengki gua. Huft walaupun cuma dia yang bisa bikin gua ketawa karena kekonyolannya dia, tapi gua bener bener gatau harus ngapain lagi. Rasanya semua yang gua lakuin itu selalu aja salah. Memang ga da yang bener kok!! Kalian yang selalu bener. Emang paling TOP kalian dah. Rasanya, putus asa ngejalanin hidup gua, banyak yang ga pernah nerima kehadiran gua. Coba kalian yang ngerasain jadi di posisi gua, ish sakit bgt. Ga pernah ada yang mau menerima gua, pendapat gua, ato apa pun itu. Kayak kalian jijik sama gua.

Kenapa sih kalian itu? Apa emang gua berubah? Gua tau kalian semua itu BENCI ma gua. Mungkin karena banyak kekurangan gua yang ga bisa kalian terima. Apasih, karena sifatku yang jutek, galak, egois, ga pernah ngertiin perasaan orang lain, sombong, pembualan ato apa pun itu. Kalian itu cuman mandang sisi burukku aja, tanpa ngeliat sedikiiiit aja sisi baikku. Setiap aku mau berbuat baik, itu pun kalian anggap BURUK! Fcvk!

Aku itu selalu berusaha berbuat yang terbaik demi kalian tau ga?! Kalian emang ga pernah tau itu, karena aku ga ingin kalian jadi ilfil dan semakin memojokkan gua. Tapi itu semua kayak ga ada artinyaaaaaaa.

Jutek? Galak? Itu sebenernya emang sudah sifatku. Aku tau. Tapi kalian ga pernah mikir, apa kah kalian juga punya sifat itu? Kayak kalian paling sempurna aja. Aku juga udah berusaha kalem kalo kalian juga ga gini. Ga pencing2 orang, dan nurut kalo dinasehatin. Bukan malah ngelunjak. Lo tau ga? Galak itu kalo gua cuman nagih kas, itu pun bukan tugas gua, gua Cuma nggota kelas, bukan bendahara. Tapi itu gua lakuin karena gua ingin kelas kita majuuuu!! Bisanya ga bayar kas nunggak 4 bln. Ya terpaksa gua tagihin galak2 supaya bayar, kalo ga mana mau kalian bayar.

Egois? Apa kalian ga pernah mikir, kalo sesungguhnya kalian juga punya sifat itu. Sangking sempurnanya ya, gak pernah SADAR! Emang gua egois knp? Hm okelah gua akui saja, kalo gua itu emang egois, ga pernah mikirin org lain. Mau menang sendiri!! Ya itu gua. Knp? Puas kalian semua? Bangke. Tapi jujur ya, apa kalian pernah nyaksikan gua cuman mentingin diri sendiri? Mau menang sendiri? Kapaaaaaaaaan??? Katakan!! Itu semua yang gua lakuin untuk KELAS. Gua Cuma mentingin KELAS, ga kepikiran sama sekali sama DIRI gua sendiri. Gua Cuma berusaha ngubah kelas kita agar lebih kompak. Dan lagi lagii, itu semua sia sia. Kalian ga pernah ngerti apa maksud gua!

Kata kalian, gua GAK PERNAH NGERTIIN PERASAAN ORANG LAIN! Emangnya kalian pernah kah ngertiin perasaanku? Pernah kah kalian dengerin aku sekalii ajaaaa. Kalian selalu jawan “gitu ya?” “selamat ya!” dll. Apa itu ga buat aku sakit? Kalian itu ga pernah ngertiin aku, kenapa aku berubah gitu? Aku Cuma mau yg terbaik buat kelas kita. Kalian selalu anggap salah salah dan selalu saja salah. Mendingan gua diam.

Terus sombong? Kapan aku ga negur kaliaaaan? Hah? Bukannya kalian yang ku tegur malah aku di kacangin dan di jawab, “gitu ya?” NJING kalian tuh. Sekarang giliran aku sakit hati dan ga negur kalian, malah dibilangin sombooooooooong, pembualaaaaaaan, dll serba salah!

Jujur aku udah sakiit bgt dengan keadaan kayak gini. Mulai sekarang aku akan diam saja. Ga akan aku campuri urusan kalian, kelas kita, ato apa pun itu. Daripada daripada kan.....

Hahaha, gua kan cuman SAMPAH di kelas! Nothing important.

Jujur aja ya, melalui blog ini gua pengen ngasih tau kalian, gua itu sebenernya sayaaaaaaaang bgt sm kalian semua. Kita ini adalah bagian dr NO. Kita ini keluarga men! Sadar, ga usah kayak anak kecil lagi. Jgn saling dendam. Gua itu sebenernya ga benci sama kalian, cuman terkadang gua itu suka kesel dan emosi aja karena udah ga tahan ngehadapin sikap kalian. Tp tolong jgn kayak gini donk, kalian malah buat aku semakin down, semakin buat aku putus asa jalanin hidup. Pernah terbesit keinginan bunuh diri malah,. Sumpah! Itu yang paling parah dan paling pling paling bodoh tau. Hhahahaha tapi kalian ga mungkin pedulii!! GREAT!! Tepuk tangan aku!! *sarap.

Aku cuman bisa berharap agar kalian itu bisa ngertiin aku dan anak anak lainnya. Kita sekarang 91 men, bukan 82 atau pun 81 lagi, ok? Jadilah yang terbaik. Jgn nyusahin bu dwi terus kasihan ibunya. Hahaha *sok suci!

Pada intinya seperti itu, aku harap kalian ngerti ya! Jgn buat kau semakin tepojokkan. :)

okey, now is Idul Fitri

okey well, today is Idul Fitri or Moeslem Day (kata pandu)
and first, i wanna say to all of this blog's readers
Selamat menempuh hidup baru (?) *lho
kidding, maksud gua Selamat hari raya Idul Fitri
mohon maaf lahir dan batin hehe
gua kan banyak dosa deh sama kalian semua, banyak banyaaak buanget
apa? sekali lagi BUANYAK BANGET
parah gua (seperti biasa ya, sarap)

oke, kali ini gua ol jam 02.00
kikikk kikiikk (suara kutilanak terdengar) --> serem ga?
garing eh, astapiruloalajim
jam segini masih aje ada yang main mercon
duaarr.. duaarr.. BRROOT *siapa yang kentut? angkat ketek dan jangn lupa cebok
oke well, so gak ada hubungannya oke? haha
dan saya pikir itu yang main adalah anak tetangga gua si tiit (sensor) *alias karena gua emang gatau deh
haha, jadi kepengan ikutan main mercon
keingat waktu anak NO and NT bubar di rumah gua, pada main mercon di jalanan depan rumah gua
asem, ada yang meledaknya dibawah kaki gua lagi ckck
tapi tetap asik apapun keadaannya kalo sama ank anak NO, NT, and AMOEBA

dan gua nulis ini tepatnya sambil makan chitato wow sedapnyee
ada yang mau mau mauu? wokowok
ukuran L lagi *kayak ukuran CD (celana depan) lo wkw
alias Large ukuran bungkus chitatonya
ini gua belinya kapan ya? oh my got, ini kan chitato gua beli pas habis pulang dari bandung en gua simpen di koper until NOW, yeah NOW = SEKARANG! *huek, muntah muntah habis makan ini
tapi alhasil, masih enak kok, walaupun bungkusnya udah cacad cacad gitu
tragisnya ya, iba saya melihatnya *apadeeh
dan dengan napsu, gua sikat semua isinya
tanpa ada rasa bersalah tetap aje gua tindas tuh kripik tipis cungkring *adit ini mah
hahaaha, mohon maaf lahir batin *sujud, sungkeman, sama kripik chitato

dan, 15 menit pun berlalu hanya untuk menulis kalimat kalimat di atas ini astajooonk -__-
biasanya ada ali sama ipah, tapi mereka kagak ol untuk hari ini
ya gua maklum sih karena mereka mau solat IET, ID, IED, ato apalah tulisannya wkwk
jadi pada takut bangun bangkong semua kali hehehe

huahahaha, hari ini adalah hari yang indah :Dmau tau kenapa? karena lebaran kan banyak MAKANAN. wow MAKANAN = GRATISAN = BISA NAMBAH = SAMPE PUAS = MELIMPAH pula wkwk
cacadnya, maruk ato rakus? tapi aseek, gua pengen eh\jadi ga sabar cepet cepet bertamu ke rumah orang
ada empek empek, bakso, siomay, blackfprest, fanta, coca cola, sprite, dll :p wokowokwowkow
sedapnyaaa argh sial ngiler duluan eh
daripada iler gua menenggelamkan balikpapan, kayaknya gua harus sudah sudah eh whahaha

cocok, saya pun kesepian, bosan, bete, (mulai) NGANTUK!
daaaaaaaan, akhirnya gua pun memutuskan untuk tidur aja hehe
lagian mata gua udah low bat belum di charge lagi]karena stekernya penuh, gua pake lampu tidur, charge laptop, charge hp soni, charge hp nokia
dan ga ada sisa buat ngecharge mata gua yang udah mulai tertutup (1watt) dan mulai memeraah
ah tolong aja, wkw
tapi kok tanganku masih benapsu, terus aja ngetik apa yang ada dipokiran gua hehe

dan STOP! tolong aja nah STOP yaaaa (?)
gila sarap wkwwkw

oke bye, sekian dan terima kasih
with love, MEME

sekali lagi SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN (: amin hehew

Went to Bukit Bengkirai

hey all,
senin - 28 - juni - 2010 - begin
kami para warriors pergi ke sebuah tempat wisata alam yaitu Bukit Bengkirai
kami, yaitu siswa delapan 1 dan delapan 2, beserta wali kelas kami tercinta Ibu Dwi Susanti bersama Reyhan anaknya, dan supirnya Ibu

sebenarnya saya rada males blogging, dikarenakan saya masih ngantuk hoam -__- soalnya baru pulang dari Bukit Bengkirai kemarin. Padahal saya rasa istirahat saya sudah cukup, sekitar 20 jam'an tidur tapi tetap saja mata saya mau tutupan.
oh iya, kemaren saya TIDAK MANDI seharian ahahay :p *bangga bilang
dan saya juga tau, teman teman sebangsa saya akan mengupload upload foto maupun video yang mereka punya saat mereka pulang dari Bukit Bengkirai, dan tentunya ada juga yang bakalan blogging, seperti halnya saya (:
okey, mari kita baca bersama sama! come on!

check this out! :
kami berkumpul di sega pada jam 2an, dan seperti biasa gua selalu saja telat tidak pernah tepat waktu. haha.kita ke sana nak kendaraan yang super duper elit (ekonomi sulit)
apa? that u see?
that is BUS SEKOLAH, whaha
ah, lumayan kok sudah itu alhamdulilah kita mesti bersyukur! *tobat kah lo?
well, kita langsung gooo ke Bukit Bengkirai.
di perjalanan asik banget loh, rame banget ada yang nyanyi nyanyi, foto foto dan lain lain
saya juga membawa cameraa, saya soalnya suka dengan memotret, walaupn masih camera digital biasa, ahahay (:
oh iya, jalanan menuju Bukit Bengkirai itu, rada rusak oleng oleng gepeng gimana gitu *lo ngomong apa coba?
goyang kanaan, goyang kirii, ahahay
well, perjalanannya jauh banget soalnya letaknya emang jauh, di km.38 sudah gitu masuk ke dalamnya 20km, katanyaa kita aja sampe sekitar jam setengah 6an

well, habis itu, kegiatan kita yaitu masuk cottage. tau gak cottage itu apo? ahaha
cottage itu semacam rumah rumah kecil untuk nginap di daerah bukit bengkirai
keren pokonyaa, asli kalo malem serem di sono, kayak hutan bener bener *ya memang, dodolnya anak ini
habis itu, kita liatin anak cowo main bolaaa seruu deh, kelas kita menang tauuk, 3-2 ato berapa gitu ahahy
setelah main bola, kami kembali ke cottage kami masing masing, oh iya aku di LAEVIS cottage, ada juga yang di MALACCENSIS cottage, AGATHIS cottage, dan ALSTONIA cottage :D

setelah kami mandi, kami pun bersiap siap untuk acara pentas seni di aulanya Bukit Bengkirai ahahay (:
ini seru juga loh, ahahaha menurutku hal yang paling seru yaitu pentas seni dan naikin jembatannya
soalnya pas di pentas seni ini, kita dijelaskan bermacam hal tentang Bukit Bengkirai walaupun akugak dengerin omnya ngomong ngomong tentang Bukit Bengkirai :p huakakkaak *mucil nih ya, palabatuu
well, di sana kami diajarkan untuk saling kompak, kreatip, berani, danlainlain hoho
kita disana disuruh bikin yel yel per cottage, dan alhasil kelompok kami yang paling GILAK! LAEVIS gito looh.. aahahy
seru abiis, sumpaah :D
dan kita juga dikasih game tentang paku, 10 paku harus didirikan di atas sebuah paku, whahaha asik gila, butuh kerjasama dan kekompakan, juga daya imajinasi, kekreatipan kita masing masing dari setiap pekolpok
dan al hasil, kelompok kami lah yang menang, ahahahy (:
lainnya pada belum jadi *wih, sombong luuu
sebernya kelompok anak KERA, atau cottage AGATHIS, juga udah menemukan caranya, tapi mereka gak ada kuncinya. jadi ga bisa bisa pakunya bediri, wah kasiaan padahal mereka harusnya duluan.
tapi karena instingnya clarissa, kami pun jadi menaang hoho
aslii, seru banget acaranyaaa :D

karena udah capek, dan makanan pun dah dateeng, akhirnya kami makan dulu hihi
tau ga? kami makan nasi goreng lhoo
jauh jauh nasi gorengnya di pesan dari balikpapan, bzbzbz ahahy bisanya itu lhoo
hm, well abis makan kami pada balik ke cottage untuk beristirahat. tapii kami semua pada ga mau tidur dulu, kami pada mainan masing masing whaha
ada yang main gitaar, nonton realigi, gibah, makan, danlainlain
di cottage ku, pada nonton realigi dan sambil main gitar bareng anak cowo 81 dari cottage agathis, ahahy seru seruu
abis itu, kami pada keliaran malem malem, untuk foto foto ahahy
salah satunya, kami menemukan penampakan, well
ini diaa :


















haha, bercanda aja.. itu Ari, temanku anak 82 wakak

hihi, dan setelah puas berfoto ria, kami pun balik ke cottage kami masing masing dan berusaha untuk tiduurr..

haha, dan alhasil kita ga tidur :p
malah mainan sampe jam 3 subuh, terus ibunya bangun dan ngomelin kita
well, habis ini kita pada tidur dah wakak

dann pagi harinya, kami mulai menjelajahi bukit bangkirai HAHAHA
dan setelah pulang dari sana, kami ke pemancingn km. 18 lalu makan soto di km. 10
dan pulang ke sega lalu ke rumah masing masing
*tak ringkas cerita akhir akhirnya wakak cape sih ngetiknya mayess akyu hihi *alay

udah ah, sekian n thx males gua blogging ngntukk, mau tidur ah dada